Mati Satu Tumbuhlah Yang Lain

Jumat, Desember 16, 2016


Season 3
Kembali beraktifitas kembali seperti semula, waktu berjalan seperti biasanya. Kali ini teman SMA ku dulu tiba” hubungi aku Adrian namanya. Dia dulu teman genk saat kelas 3 SMA, dulu saat di SMA ada 4 orang yaitu DETYO, ADRIAN, WINA termasuk aku yang hobi makan bareng sebungkus, sekotak nasi dimakan bersama setiap paginya. Saat sekolah kita sangat akrab banget dan kami semua juga sudah punya pacar masing” kecuali si DETYO ato kriting sebutannya haha.... kalau Adrian pacarnya satu sekolah dengan kita cuman beda kelas saja sedangkan Wina pacarnya anak di kampungnya. Lama sudah tak pernah komunikasi dengan Adrian sejak lulus sekolah, karena sejak lulus dia langsung kerja ke jakarta. Dan saat ini dia sedang bekerja di malang. Setelah tanya kabar” kita juga ternyata sama jomblonya. Katanya dia putus karena ketidakcocokan dengan mantannya dulu. Adrian ini orangnya tinggi, putih, ganteng, jangkis tergolong salah satu kriteria ku lah saat itu. Aku sudah tahu Adrian ini orangnya bagaimana karena dulu memang kita selalu bersama – sama. Dari situ hubungan kami agak mulai dekat lebih dari teman disamping kita sudah tahu saling jomblo kita juga kadang maen keluar bareng. Sore hari tiba” hujan deras, kemudian Adrian ini hubungi aku “ kamu dimana? Sudah pulang belum? Ini sudah sore lho” tanyanya, pada saat itu memang mau menjelang magrib dan langitpun begitu gelap karena hujan . “ Belum, ini masih di office nunggu hujan reda”jawabku. Kemudian dia pun menyuruhku menunggunya sampai pekerjaan dia selesai dan mau ngantar pulang aku. Akupun menunggunya di kost temanku. Setengah jam berlalu, diapun datang dengan motor dan mantel yang sudah basah kuyup. “ ayo, langsung saja pulang soalnya sudah mau magrib” ucap Adrian. Akupun langsung bergegas dan pamit pulang ke temanku. Akupun diantar pulang sampai kerumah. Setelah sholat magrib dia pun pamit pulang soalnya rumah dia juga jauh sekali. Perjalanan dari rumahku ke rumah dia bisa 1 jam an. Selama ini dia begitu perhatian sekali padaku, mulai dari sms, telephone sampai mengantarku pulang tiap kali hujan. Waktu berjalan tak terasa sudah hampir 2 bulan. Rasa suka dalam diriku juga mulai tumbuh, yang tak bisa kubanyangkan aku bisa suka dengan temanku sendiri. Suatu hari dia mengajakku jalan – jalan, ditengah perjalanan ku mulai memberanikan diri bertanya akan perasaan dia padaku. “Dri, kamu ke aku kog begitu perhatian sekali, kenapa, kog bisa?”dia menjawab “ kamu itu tak sayangi masa gak mau”. Nah jawaban dia membuatku merasa senang dan GR saat itu. Akupun jadi terdiam dan senang atas ucapannya. Setelah jalan” ke Mall, kami mampir kewarnet sebentar untuk mengirim emailku yang lupa belum ku kirim. Setelah sampai diwarnet aku langsung masuk dan karena mungkin aku agak lama dia pun juga pakai komputer lainnya untuk menungguku. Pada saat proses mengerjakan laporanku, tiba” dia hampiri aku “Sampe mana tugasnya, sudah selesai belum” tanya dia. “Tinggal sedikit lagi sudah selesai, sebentar ya ” jawabku “kalau gitu tak tunggu diluar saja ya kalo sudah hampir selesai...” sahut dia, kemudian tiba” dia membungkuk dan mencium keningku sambil bilang “ semoga sukses” dan kemudian pergi. Woow...pada saat itu aku merasa kaget, baru kali ini teman dekatku seberani itu padaku. Perasaanku campur aduk gak jelas, antara kaget, kog bisa dan kenapa jadi bermacam –macam. Sepuluh menit kemudian pekerjaanku sudah selesai, ku segera menyusul dia keluar dan tak bahas ciuman tadi karena ku juga malu. Baru kali itu dicium teman dekat yang bukan pacar. Karena pas cuaca mau hujan akhirnya kita pulang dan g jadi nerusin jalan” lagi. Hari demi hari berjalan terasa semakin dekat Cuma kita saat itu tidak ada kejelasan status, kita hanya mengetahui saling suka tapi tidak ada kejelasan. Hingga akhirnya, mendekati hari ulang tahunnya kuputuskan untuk memperjelas bagaimana hubungan kita selanjutnya dengan merencanakan mengajak jalan” ke Jatim Park yang pada saat itu dia ingin sekali kesana. Kata” sudah kupersiapkan dan tibalah dimana besok adalah hari ulang tahunnya. Kucoba menghubungi dia, tetapi berkali – kali tidak ada jawaban. Aku merasa heran, karena tidak biasanya dia seperti itu. Memang kita sudah 2 hari tidak komunikasi. Aku bertanya” adakah sesuatu yang terjadi padanya? Kemudian kucoba lagi untuk menghubunginya. Hingga setelah keberapa kali akhirnya diangkat, “Hallo, ini siapa ya?” suara seorang cewek dari telp yang aku hubungi. “ Lho, ini nomernya Adriankan... bisa bicara dengannya?” jawabku “Ini siapa?”sambung cew tadi....karena aku merasa syok pada saat itu, kenapa hp nya yang angkat cew akhirnya ku bilang “aku, temannya adrian....Wina” akhirnya ku pakai nama temanku. Akhirnya hpnya dikasihkan ke Adrian. “Hallo, sapa ini” tanya adrian...” ini aku, Merri...tadi itu siapa yang jawab telp ku?”sambungku....Adrian pun hanya bisa bilang apabila yang angkat tadi itu pacar dia, dan kalau tidak ada kepentingan pembeciaraannya segera diselesaikan. “Ya sudah kalau begitu, lain kali saja aku hubungi” jawabku...akhirnya kuakhiri pembicaraanku dan ku masih merasa syok, kecewa menjadi satu...mengapa tidak memberitahuku jika sudah punya pacar, kenapa harus membuatku menyukainya kalau harus membuatku sakit hati seperti itu. Aku paling benci dengan kebohongan, karena aku putus dulu karena mantan yang berbohong padaku. Dua hari berlalu tanpa ada komunikasi lagi, tiba” sore hari dia datang kerumahku. Tapi dia tak berkata sepatah katapun. Banyak yang ingin aku tanyakan mengapa dia seperti itu, karena sudah terlanjur sakit hati ku hanya bisa berkata “mengapa kamu lakukan itu sama aku, aku punya salah apa?” dihanya menjawab “maaf aku salah”. Hanya kalimat itu yang terucap dari mulutnya, tak lama kemudian diapun pamit pulang. Sejak saat itu kita loss komunikasi tidak pernah berhubungan lagi dan akupun sudah kecewa karena dia teman dekatku yang bisa membuatku seperti itu.

Meski cinta itu tak jauh dari teman, tapi untuk teman dekat janganlah sekali” membuatnya kecewa. Karena dialah yang akan membantumu disaat kamu butuh bantuan.

You Might Also Like

0 komentar