Coban Sewu

WISATA COBAN SEWU, GROJOGAN SEWU, TUMPAK SEWU

Rabu, Desember 02, 2015

Kembali lagi....

Sekarang saya mau menceritakan adventure saya dengan sang kekasih ke Coban Sewu / Grojogan Sewu / Tumpak Sewu minggu kemarin akhir november tanggal 29/11/2015 yang terletak di desa ampil gading Dampit, berbatasan dengan Lumajang. Awalnya saya tidak punya plan kesini, sebelumnya teman saya pake DP noh coban trus ku tanya gak pengen kesana a...diapun bilang ingin kesana katanya bagus dan jalannya sudah baik. Terus beberapa minggu kemudian pas saya tidak ada jadwal di weekend day, saya ngajak temanku kesana dadakan ternyata pas hari H nya temanku gak ada teman boncengan..akhirnya dia gak jadi.....saya sih dari dulu kalau sudah bilang berangkat pasti berangkat.... akhirnya saya pun berangkat berduaan dengan akangmas....berangkat dari pusat kota tumpang pukul 07.30 pagi....perjalanan santai sekali karena saya juga belum paham bener lokasinya dimana cuman sama teman chattingan saya disuruh terus saja sampai perbatasan Dampit – Lumajang.... dan saya disarankan agar lewat goa tetes saja, karena klo lewat jalur aslinya jalannya menantang.... karena saya juga gak tau menantang gimana  yang dimaksud saya bingung antara 2 pilihan setelah tiba di papan reklame pertama yang menunjukkan arah coban sewu.... setelah tanya warga katannya sama saja. Akhirnya saya putuskan lewat jalur pertama sebelum perbatasan. Dari pintu masuk cuman 200m kemudian parkir didepan rumah warga atau didekat basecampnya.... untuk tiket masuknya Rp.5.000,-/Person, Parkir Rp.5.000,-. Dari lokasi parkiran kita jalan kaki sekitar 50m nah disitu kita akan menjumpai sicoban sewu dengan jurangnya yang curam....pantes saja yang pernah selfi dan jatuh disana langsung is dead emang jurang curam banget.... sampai disana saya sempatkan foto dari atas kemudian saya menuruni jalan menurun yang berundak (masih dari tanah) setelah 4 jalan berundak dari tanah, tibalah saya di tangga yang berdiri tegak terbuat dari bambu dan berpegangan dengan tali tambang dan kayu rotan...woooow.....awal sih ragu mau turun ato tidak...tapi nanggung, dah sampai tapi gak kebawah....akhirnya kami nekat deh menuruni tangga bambu alias ondo (orang jawa bilang) dengan perasaan deg-deg an dan penuh waspada plus hati2.... klo tidak, semak2 curam menunggu dibawah....karena begitu ekstrem saya tidak bisa mengabadikan moment menuruni tangga... entah dah berapa anak tangga yang saya turuni...sesekali saya berhenti menunggu pengunjung yang akan naik (perlu di ingat juga, tangganya cuman satu jadi naik turun bergantian)....belum sampai didasar saja kaki saya sudah gemetar antara takut dan capek kali ya hhh....memang bener kata warga untuk turunnya butuh waktu 15 menit...15 menit saya sampai didasar dan rasanya lega sekali...akhirnya sampailah pada tujuannya.... dari tempat tangga menuju coban sewunya masih jalan lagi 50meteran dengan sisi kanan kiri tebing...gak kalah donk dengan madakipura.... dan let’s cek it out our adventure di Grojogan/ Coban Sewu...























SANGKAR BURUNG DESA JERU TUMPANG

Kamis, November 19, 2015

TAMAN BURUNG
Begitulah namanya yang dikenal sejak tahun 1999.... berawal dari lahan perkebunan tebu milik warga yang dirubah menjadi tempat perlombaan kicauan burung, yang kemudian dikembangkan menjadi taman burung yang dikenal warga sebagai sangkar burung. Disana sudah difasilitasi berbagai mainan anak-anak, berbagai tanaman bunga dan buah-buahan yang bisa langsung dimakan pengunjungnya juga. Disamping itu koleksi hewannya juga banyak, berbagai macam jenis burung ada disana, reptil seperti ular, buaya , kolam ikan juga ada. Pada jaman itu sangkar burung sangat pas sekali untuk liburan, bahkan acara sekolah taman kanak-kanak banyak diacarakan disana. Setelah itu, karena ada masalah internal antar pengurus sangkar burung mulai tak ter-urus lagi, hewan-hewan banyak yang hilang, bahkan besi-besi yang ada di sangkar kabarnya di gelapkan oleh penunggunya. Dulu tahun 2010 ada kabar akan ada kontrak dari jerman yang akan mengelola menjadikan tempat wisata, tapi ternyata tidak terlaksana sampai sekarang. Karena sudah lama vacum, mulai tahun 2013 sangkar burung ini mulai dibenahi lagi. Rencana akan di buat taman buah seperti kebanyakan yang kita jumpai di daerah batu. Sudah banyak bibit-bibit tanaman buah maupun tanaman hias di budidayakan disana. Ya semua memang butuh proses jadi sekarang masih menjalani dari bawah lagi... ini kondisi sangkar burung saat ini....