Mati Satu Tumbuhlah Yang Lain

Jumat, Desember 16, 2016


Season 2
Dua bulan telah berlalu setelah pernyataan cinta dari DITO, ku belajar sambil bekerja seperti biasanya. Di sini ku memiliki banyak teman cowok, setiap harinya ku tak terlalu terlihat seperti patah hati ataupun kesepian karena tempat ku belajar sangat menyenangkan buatku sehingga tak ada rasa lain selain senang. Aku selalu menjalani hidupku dengan bebas dan ceria sehingga tak sadar dengan sikapku seperti itu membuat salah satu temanku suka padaku. Namanya TYO, dia lebih dulu masuk kuliah dibanding aku. Dia orangnya tergolong ganteng, tinggi badan beda 10cm denganku, baik, mandiri dan kocak. Tiap kali bertemu selalu ngajak aku makan kadang ya hanya ngobrol bareng saja. Kami belum lama kenal cuman karena terlalu sering ketemu sehingga terasa dekat. Bahkan teman yang lain mengganggap kami sudah memiliki hubungan. Hingga suatu hari, dia ngajak makan bakso berdua. Berhubung aku nganggap seperti biasanya ya santai” saja. Pas jalan bersama menuju lokasi dia nyatakan perasaannya. “Mer, aku suka kamu”bilang Tyo, jawabku ya sambil bercanda “Suka apanya hayoo”....karena terbiasa bercanda ya ku anggap bercanda aja waktu itu.... “Aku serius ini, aku suka kamu... gimana mau g jadian ma aku..” sambung TYO. Glodaaakk....dengan rasa bingung yang gimana dan gimana...aku berfikir sejenak. Pada saat itu memang pernah aku suka dia tapi bukan suka yang seperti itu, karena ku merasa dia itu sudah mau nemani hari”ku, selalu baik ma aku dan ku juga tak mau kehilangannya sebagai teman dekat selama ini. Terus karena bingung maka ku jawab “ Terserah kamu lah...” karena jawabanku yang ngambang mungkin dia juga bingung...”Lho kog terserah aku? La terus gimana....?”sahut TYO. “ Ya kamu pengennya apa, terserah kamu saja, aku g bisa jawab..”sambungku. karena memang dadakan ahirnya dia juga membiarkanku dengan jawaban itu. Ke esokan harinya dia samperin aku, “ngapain Mer, gak jalan” a...” tanya dia padaku. “Hahaha....masih sibuk, belum ada waktu” jawabku. Pada saat itu aku juga nyesel kenapa gak tolak langsung aja ya kemarin. Karena jawabanku yang ngambang akhirnya aku juga galau sendiri. Pada saat itu aku malah merasa tidak nyaman lagi dekat dengannya. Perlahan namun pasti aku agak menjauh dari dia, tiap kali diajak aku pura” sibuk atau apalah. Waktu berjalan tak terasa begitu cepat, mungkin akhirnya dia menyadari kalau ku mulai menjauh dan dia pun tidak mencari”ku lagi. Dan disaat itulah aq perasaan galauku juga mulai berkurang hingga akhirnya tiba kelulusan dia. Dan hingga saat ini jawaban dari pertanyaannya itu tak pernah ada. Kita hanya teman hingga saat ini.

Cinta memang tak bisa hanya melihat, cinta itu tumbuh dari perhatian dan hati. Dimana terdapat sebuah kecocokan disitulah saatnya kita mencoba menjalin sebuah tantangan yaitu CINTA.

You Might Also Like

0 komentar