Jumat, Desember 16, 2016
Sembilan
bulan sudah aku lulus dari masa SMA ku dimana saat ini ku mulai belajar lagi di
sekolah khusus keahlian dimana saat ini ku baru putus dengan pacar yang sudah
terjalin selama empat tahun itu karena dia yang tidak bisa memegang janji untuk
bisa setia. Awal mulailah menjadi seorang jomblo... disaat itu banyak
disarankan si mantan untuk menjalin hubungan dengan teman – temannya yang
kemungkinan dia sudah tahu apabila teman dia memiliki perasaan lebih padaku. Tapi
menjalin hubungan tak semudah itu buatku, aku memutuskan untuk mencari yang
lebih baik meski jomblo agak lama. Pada saat itu ada kemungkinan si mantan
menyebarkan putusnya hubungan kita ke teman – temannya yaitu FIJI dan DITO karena sejak putus dengannya
ada dua teman dia yang menghubungiku bahkan DITO mencoba selalu bertemu
denganku dengan selalu mengantarku ketempat pelatihanku. Sedang FiJI dia hanya
sekali menghubungi dan menanyakan kabar tentangku dan menghilang. Berbeda dengan
DITO, dia selalu berusaha mencari perhatian dari ku. Tak pantang menyerah dia
selalu gencar dalam ambisinya pada akhirnya suatu saat dia nyatakan perasaannya
padaku. Mungkin aku sudah tahu apabila DITO ini sejak pertama bertemu denganku
dia sudah punya perasaan lebih padaku tapi aku tak pernah bisa menyukai
seseorang jika sedang punya hubungan dengan seseorang. Saat dia nyatakan
perasaannya dengan ditahan dan dipegang tanganku setelah turun dari motor “MER,
tunggu...aku mau ngomong sesuatu ma kamu”ucap DITO “sebenarnya sudah lama aku
suka kamu, ku tahu kamu sudah putus sama dia....kira” saat ini mau g kamu jadi
pacarku” sambung DITO , aku yang tak pernah punya perasaan apapun lain selain
teman hanya bisa meminta maaf dan menyarankan agar memilih orang lain selain
aku. Setelah itu dia lepaskan tanganku dan minta maaf juga karena sudah
berbicara tiba-tiba seperti itu. Semenjak itu dia tak pernah lagi menjemputku
maupun menemuiku meskipun kadang kita bertemu. Tapi buatku itu tak masalah
karena ku juga tak punya perasaan apa”. Selanjutnya hari” ku juga berjalan
seperti biasanya tanpa ada yang mengganggu pikiran. Adakalanya janji itu hanya
sebuah ucapan saja. Mengapa harus berjanji bila tak bisa menepati. Mengapa harus
berpisah meski sudah bersama lama. But semua ini adalah perjalanan cinta dalam
hidup.

0 komentar