Sekolah Menengah Kejuruan Ku

Kamis, Maret 07, 2013


Pagi ini, ku kan bercerita tentang sekolah menengah atas kejuruan atau SMAKku. Awal mula ku sekolah di sekolah kejuruan bukan karena kejuruannya melainkan biaya yang murah (hahaha……maklum waktu itu q ga’mau terlalu merepotkan orang tua) sebenarnya ku bisa masuk di Sekolah Negeri di daerahku, akan tetapi ku merasa jenuh disana hehe…masa mulai Taman Kanak-Kanak sampai Sekolah Menengah Pertama di situ-situ saja. Akhirnya waktu ada promosi, ada sekolah yang menawarkan biaya murah dan lokasinya juga pusat kota. Akhirnya, ku minta pendapat ibuq dan diperbolehkan untuk sekolah disana (padahal ku ga’ tau jurusan yang ku pilih itu menjanjikan atau bukan untuk kedepannya hahaha…..).Lulus SMP ku langsung berangkat mendaftar di SMAK yang bernama SMKP (Sekolah Menengah Kejuruan Perhotelan). Ku pun diterima langsung disana. Banyak yang terjadi selama di sekolah. Mulai dari disukai teman, menyukai teman bahkan ada juga yang menyukai guru juga hahaha…… bahkan ku juga banyak banget kenangan disekolah sana seperti terlambat masuk sekolah akhirnya harus melepas satu pasang sepatu sampai pulang sekolah, pulang sekolah bareng2 naek angkot, Tidak pernah mengikuti kegiatan upacara saat tanggal merah,dimarahi guru karena ga hafal doa waktu ujian,makan bakso waktu kelasnya pa’ketua yayasan (Almarhum, kata-kata yang khas dari belia adalah TT-ORE), pulang duluan sebelum waktu pulang sekolah, makan nasi satu bungkus ber-empat (waktu kelas tiga, kita sering makan bareng meski sedikit tapi menyenangkan), dibarengi wali kelas saat berangkat sekolah, wali kelas yang jutek, wali kelas yang cool banget trus wali kelas yang gakil abiess (tapi sayang waktu ku kesana wali kelasku yang satu ini sudah pindah). Ku merasa dulu saat sekolah ku sangat pendiam banget tapi ternyata diam-diam  tapi nakal hahaha……tapi meskipun ku seperti itu, ku ga pernah membuat masalah disekolah. Ku bersama teman gankq hanya sekumpulan anak2 pendiam tapi menghanyutkan wkkk….(maksudnya kita bercanda hanya disekumpulan kita saja).
Setelah enam tahun lulus dari sekolah, baru kemarin ku bisa berkunjung ke sekolahku itu. Ku sungguh rindu dengan guru-guruku. Saat sampai didepan gerbang sekolahku, tiba-tiba ada guru yang menghampiri dan menyapaku “Hei….Mella, masih ingat kamu dengan bapak Mudzakir ini” dengan bersalaman dan tersenyum padanya ku bilang “pasti ingat pak, bapak dulu kan mengajar agama. padahal ku lupa sekali dengan nama beliau hanya saja ku ingat pelajaran yang diajarkan saja hehe), beliaupun menyahut..”wah..ternyata kamu masih ingat juga ya…”beliaupun menyuruhku masuk dan kita pun mengobrol bareng. Satu persatu ku menanyakan guru-guru yang lain dan ku pun mulai menghampiri satu persatu guru. Ternyata meski enam tahun tidak pernah bertemu beberapa guruku juga masih ingat padaku (haha….ternyata yang membuat ingat adalah rambutku yang dipotong pendek seperti cowok). Tapi ku sungguh senang sekali bisa bertemu mereka meskipun ada beberapa guruku yang tidak ada disana. Dengan melihat mereka ku jadi ingin seperti mereka, menjadi seorang guru.
Inilah sebagian dari guru smk ku.


You Might Also Like

0 komentar