Kenali sistem Anda Langkah
pencegahan pertama yang perlu Anda lakukan adalah membuat inventori
sistem komputer. Informasi tersebut diperlukan saat Anda hendak
memperbaiki atau menyervis komputer. Mulailah dengan mencatat
nomor seri dan nomor model. Catatan ini berguna bagi manufaktur untuk
menentukan jenis komponen yang ada dalam sistem Anda. Bila Anda telah
menambahkan suatu komponen, sebutkan model dan nomor versinya.
Anda
juga mesti mengenal konfigurasi sistem secara detail. Pada
komputer-komputer berbasis Windows, hal ini berarti mengopi dan mencetak
beberapa file sistem penting yang akan berguna ketika timbul masalah
dan Anda memerlukan bantuan seorang teknisi.
Cara yang paling
sederhana untuk mengamankan file konfigurasi sistem adalah dengan
menjalankan program Sysedit. Kalau memakai Windows 95, jalankan Windows
Explorer dan kliklah subdirektori System pada direktori Windows di dalam
hard disk. Klik dua kali file Sysedit, maka akan muncul semua file
sistem -- mulai dari AUTOEXEC.BAT sampai SYSTEM.INI -- di jendela
Wordpad. Semua itu bisa Anda simpan dalam disket atau dicetak. Jika
menggunakan Windows 3.1, temukan ikon Sysedit dalam grup Main.
Anda
pun bisa melakukan dengan cara lain, memakai peranti lunak baru yang
tak hanya melaporkan konfigurasi sistem, melainkan juga secara otomatis
mengatasi beberapa konflik konfigurasi.
Seandainya menggunakan
Macintosh, Anda tak perlu mengopi file sistem, tapi cukup membuat daftar
semua file INIT dan CDEV -- biasa disebut sebagai system extensions --
yang berisi program pembuka (start-up).
Konflik-konflik yang terjadi di antara file-file tersebut merupakan sumber malapetaka yang biasa terjadi pada mesin-mesin Mac.
Anda
bisa melihat daftar file tadi dengan Extensions Manager Control Panel,
yang juga bisa Anda gunakan untuk menghilangkan satu atau lebih
extension, sehingga lewat proses eliminasi tadi, Anda dapat
mengidentifikasi file mana yang mengakibatkan masalah. Hanya saja,
Extensions Manager tak memungkinkan Anda untuk mencetak daftar itu. Bila
diinginkan, Anda bisa mencetak seluruh layar (print screen).
Utiliti
yang direkomendasikan untuk inventori sistem a.l.: Sysedit (aksesori
Windows 3.1 dan Windows 95), Norton Utilities (Mac AUS$179, Windows 95
AUS$129).
Langkah II:
Buat disket 'boot' darurat Kalau
komputer mengalami masalah sehingga Anda tak bisa mengakses hard disk,
Anda mesti menggunakan cara lain agar bisa mem-boot sistem. Gunakan
disket boot darurat.
Mesin-mesin Macintosh biasanya sudah
dilengkapi dengan bootable CD-ROM dan bootable disket, seperti halnya
Norton Utilities untuk Macintosh -- sesuatu yang harus dimiliki pengguna
Mac. Untuk PC berbasis Windows, Anda harus membuat sendiri disket boot
itu, menggunakan Add/Remove Programs di control panel.
Pilih
Startup Disk tab, dan lalui seluruh proses yang berjalan di bawah
Windows 3.1 ini, Anda harus membuat disket sendiri. Keluarlah ke DOS
prompt dan ikuti perintah di bawah ini. Siapkan satu disket kosong saat
Anda menjalankan perintah (jangan lupa untuk memberi nama label), lalu
ketik: - Format /S A: - Copy C:\AUTOEXEC.BAT A: - Copy C:\CONFIG.SYS A: -
Copy C:\WINDOWS\SYSTEM.INI A: - Copy C:\WINDOWS\WIN.INI A:
Langkah III:
Setel 'hard disk' secara teratur Karena
merupakan tempat penyimpan aplikasi, dan yang lebih penting, file data
yang Anda buat dengan aplikasi tadi, hard disk membutuhkan perhatian
khusus agar dapat tetap bekerja optimal. Setiap hari Anda membuat file
baru, menghapus yang tak dibutuhkan lagi, dan meng-update file-file yang
ada.
Karena cara Windows dan Mac OS menyediakan tempat untuk
file, hard disk dapat terpecah-pecah (fragmented). File ditempatkan
dalam ruang-ruang kecil di seluruh hard disk, karena tak ada tempat yang
cukup besar untuk menyimpannya. Hard disk yang telah ter-fragmented
akan membuat akses menjadi lambat dan membuatnya sulit diperbaiki jika
terjadi kesalahan (error).
Untuk menyatukan kembali (defragment)
hard disk berbasis Windows 95, gunakan program Disk Defragmenter di
dalam Programs/Accessories/System Tools. Pada Mac, gunakan program bantu
semacam Speed Disk yang ada pada Norton Utilities khusus Mac. Anda
mesti men-defrag hard disk tiap enam bulan sekali. Anda juga harus
men-defrag-nya setiap kali membuat atau menghapus sejumlah besar file
dalam satu jangka waktu pendek.
Kadang-kadang areal penyimpan
yang disebut "sektor" (sector) rusak (bad). Suatu utiliti yang disebut
disk scanner dapat mendeteksi kerusakan yang digolongkan berat (hard)
dan membuatkan semacam "pelindung" sektor sehingga sistem operasi yang
berjalan tak menggunakannya untuk menyimpan file. Sebaliknya, disk
scanner hanya akan mendeteksi adanya kerusakan ringan (soft jika
kehilangan jejak satu atau beberapa file.
ScanDisk (dapat
ditemukan dalam tool Program/Accessories/System) merupakan disk scanner
yang sudah terpasang dalam Windows 95 dan dapat mendeteksi kesalahan
(error) baik yang berat (hard) maupun gampang (soft).
Pada Mac,
Anda bisa menggunakan program Disk First Aid yang biasa ada pada Disk
Doctor Utility di dalam Norton Utilities untuk Macintosh.
Seyogyanya
Anda menjalankan hard disk scan tersebut setidaknya tiap bulan. Jika
komputer Anda mengalami masalah (crash atau hang) dan tiba-tiba mati
tanpa melalui prosedur yang seharusnya, jalankan segera disk scan begitu
reboot.
Langkah IV:
Menyimpan dengan perencanaan Anda
punya segudang alasan mengapa mesti mengatur simpanan file di dalam
hard disk. Pertama, itu memudahkan proses "cuci gudang" -- penghapusan
file-file yang sudah tak berguna lagi. Kedua, menyimpan data secara
teratur dan terkategori sesuai folder masing-masing akan mengurangi
risiko Anda menghapus program atau data penting. Dan yang lebih penting,
hard drive yang tertata baik lebih mudah dan lebih cepat di-back-up.
Buatlah
folder bagi tiap program dan isilah hanya dengan data yang sesuai.
Atau, buatlah folder untuk setiap anggota keluarga. Dengan memberinya
nama file dan folder akan membantu Anda untuk mengingatnya -- bahkan
jika suatu saat Anda telah lupa mengapa membuatnya -- dan menghapus data
yang sudah tak dipakai.
Langkah V: Buatlah 'back up' data Membuat
back up juga berarti mengopi, sehingga jika suatu saat data aslinya
rusak atau hilang, Anda masih bisa memakai duplikatnya. Anda dapat
mem-back up hard disk ke dalam disket atau hard drive tambahan
(removable).
Seberapa sering Anda perlu membuat back up
tergantung pada sepenting apa waktu Anda. Kalau Anda sedang mengerjakan
file-file penting, simpanlah ke dalam disket dan hard disk. Jika Anda
menjalankan bisnis rumah tangga, Anda mesti menginvestasikan tape back
up drive dan lakukan back up setiap hari.
Back up-lah data ke dalam folder data seminggu sekali dan buatlah secara lengkap enam bulan sekali.
Langkah VI: Jauhkan virus Serangan
virus selalu mengintip setiap saat, terutama bila Anda sering bermain
Internet. Untuk mencegah menularnya virus, gunakan program-program
antivirus yang banyak beredar. Lakukan pemeriksaan virus sesering
mungkin guna mencegah meluasnya infeksi.
Langkah VII:
Jangan ubah program Sekali
Anda memasukkan satu program ke dalam sistem Windows, jangan ubah nama
(rename) direktori programnya atau memindahkan file-nya ke tempat lain.
Kalau tidak, komputer Anda akan kehilangan jejak untuk menelusurinya.
Anda
dapat menempatkan data -- yang Anda buat dengan aplikasi -- di mana
saja. Jika Anda harus mengubah tempat suatu aplikasi, gunakah Add/Remove
Programs di Control Panel Windows 95.
Langkah VIII:
Jaga kebersihan komputer
Debu
dapat merusak komponen di dalam komputer. Bersihkan selalu komputer
setiap saat. Bila perlu, gunakan tutup pelindung bila sedang tak
digunakan.
Langkah IX:
Matikan komputer sesuai prosedur
Windows
95,Windows 7, Windows 3.1 , vista dan Mac OS menyediakan metode standar untuk mematikan
komputer: disebut shut down menu. Gunakan metode tersebut untuk
menghindarkan komputer dari konflik listrik.
0 komentar